How to Avoid a Climate Disaster

Masa Depan Bumi melalui Energi Terbarukan dan Teknologi

Masa Depan Bumi melalui Energi Terbarukan dan Teknologi 1080 1080 Pandu Patria Sjahrir

Pandu – “Alam tidak butuh manusia. Manusia yang membutuhkan alam.”

Perubahan iklim bukanlah sekedar konsep, itu adalah hal nyata yang sedang terjadi saat ini. Sejalan dengan tujuan saya untuk membangun sinergi antara Energi Baru dan Terbarukan dengan teknologi secara beriringan, kali ini saya ingin berbagi inspirasi dari buku ini.

Di buku ini, Bill Gates yang dikenal sebagai pebisnis dan investor teknologi melakukan perjalanan filantropi ke beberapa negara berkembang di tahun 2000-an dan melihat masih ada banyak isu kesehatan, kelaparan, lingkungan, bencana alam, akses listrik yang sangat terbatas, di mana semuanya itu mempengaruhi kualitas dan keberlangsungan hidup manusia.

Perubahan iklim. Inilah hal yang harus kita perangi sebagai kunci untuk menyelamatkan kehidupan manusia di bumi. Goal besar untuk mencapai net carbon zero emissions di 2050 harus dimulai dari sekarang. Energi terbarukan dan teknologi bersih menjadi solusi. Implementasi inovasi, investasi, serta kolaborasi antara pemerintah dengan pihak swasta menjadi kekuatan yang bisa menyelamatkan planet ini. Pada akhirnya akan tercapai kebangkitan ekonomi, akses listrik yang merata sampai ke pelosok, lingkungan alam & udara yang bersih, kesejahteraan dan kualitas hidup pun terjaga.

Gates tidak hanya memaparkan dampak merugikan terkait perubahan iklim di buku ini, tapi yang lebih penting, ada cara untuk menghentikannya, yaitu, kita harus melakukan transformasi dalam semua aspek kehidupan dan meninggalkan cara hidup yang lama.

Saya melihat dunia dan alam terus berubah, kita pun harus berubah. Kalau tidak berubah sekarang, nanti kita yang akan diubah.

Akhir kata, membaca buku ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kita harus bertindak sekarang demi masa depan kita yang lebih baik di bumi ini.

“kita harus melakukan transformasi dalam semua aspek kehidupan dan meninggalkan cara hidup yang lama.”